yuroinfo[dot]com – Sejarah WebM, Format Video Efisien. WebM banyak digunakan untuk streaming video di web, terutama oleh platform besar seperti YouTube, Vimeo, dan Netflix.

Format ini memungkinkan penyedia konten untuk menyajikan video berkualitas tinggi dengan ukuran file yang relatif kecil, mengoptimalkan pengalaman pengguna tanpa mengorbankan kualitas.
Selain itu, dukungan untuk kompresi video VP8 dan VP9 membuatnya cocok untuk berbagai perangkat dan koneksi internet.
Penggunaan WebM juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap format video yang memerlukan pembayaran royalti, karena WebM adalah format open source yang bebas royalti. Ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi pengembang web yang ingin menyediakan konten video secara efisien dan ekonomis.
Sejarah WebM, Format Video Efisien
Format video WebM muncul sebagai alternatif open source untuk streaming video di web. Proyek WebM dimulai pada tahun 2010 oleh Google dengan dukungan dari beberapa perusahaan teknologi besar lainnya. Tujuannya adalah untuk menyediakan format video yang efisien, terbuka, dan bebas royalti untuk digunakan di web.
Sejarah WebM dimulai dengan Google mengakuisisi On2 Technologies, pengembang teknologi video, dan mengumumkan format baru ini sebagai hasil dari akuisisi tersebut. WebM menggunakan kompresi video VP8 milik On2 Technologies, bersama dengan kompresi audio Vorbis, menciptakan format video yang berkualitas tinggi dengan ukuran file yang lebih kecil.
Pada tahun yang sama, Google mengumumkan dukungan untuk format WebM di peramban web Chrome, serta dukungan untuk pemutaran video WebM di YouTube. Ini membantu mempercepat adopsi format baru ini oleh pengembang web dan konten online.
Kemudian, pada tahun 2013, Google mengumumkan dukungan untuk kompresi video VP9 yang lebih canggih dalam format WebM. VP9 menawarkan efisiensi kompresi yang lebih baik dibandingkan VP8, menghasilkan kualitas video yang lebih baik dengan ukuran file yang lebih kecil.
Sejak itu, format WebM telah menjadi salah satu pilihan utama untuk streaming video di web, bersaing dengan format seperti MP4. Banyak platform besar seperti YouTube, Vimeo, dan Netflix menggunakan WebM untuk menyajikan konten video kepada pengguna mereka.
Keunggulan WebM meliputi kemampuan untuk menyajikan video berkualitas tinggi dengan ukuran file yang relatif kecil, dukungan untuk kompresi video yang efisien, dan statusnya sebagai format open source yang bebas royalti. Ini membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan pengembang web yang ingin menyediakan konten video dengan kualitas tinggi tanpa harus membayar royalti kepada pemilik teknologi.
Asal Usul Format video WebM
Seiring dengan perkembangan teknologi, WebM terus mengalami peningkatan dan pengembangan, dengan versi terbaru yang terus muncul untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi.
Dengan terus berkembangnya ekosistem video online, WebM diharapkan akan tetap menjadi pilihan yang relevan untuk streaming video di web di masa mendatang.
Terima kasih telah mengunjungi website kami.

