Sejarah Kerak Telor, Makanan Khas Betawi

Blog Media Informatif dan Edukatif

Avatar for yuroinfo
6 June 2026
Sejarah Kerak Telor, Makanan Khas Betawi

yuroinfo[dot]com – Sejarah Kerak Telor, Makanan Khas Betawi. Kerak telor adalah makanan tradisional khas Betawi yang terkenal di Jakarta, Indonesia.

Sejarah Kerak Telor, Makanan Khas Betawi

Hidangan ini terdiri dari nasi ketan putih yang dicampur dengan telur, kemudian dipadukan dengan serundeng (kelapa parut yang disangrai) dan bumbu rempah seperti bawang merah goreng, ebi (udang kering) yang telah dihaluskan, serta bumbu pelengkap lainnya.

Cita rasa kerak telor yang gurih dan sedikit pedas membuatnya menjadi salah satu kuliner legendaris yang digemari oleh banyak orang, terutama pada acara-acara kebudayaan seperti Pekan Raya Jakarta atau festival kebudayaan Betawi.

Biasanya, kerak telor dijual oleh pedagang kaki lima dengan gerobak tradisional.

Sejarah Kerak Telor, Makanan Khas Betawi

Sejarah kerak telor berawal dari masa kolonial Belanda, ketika masyarakat Betawi mulai menciptakan makanan ini dengan bahan yang tersedia di sekitar mereka.

Pada awalnya, kerak telor merupakan makanan yang hanya disajikan dalam acara-acara adat atau upacara kebudayaan tertentu.

Karena bahan-bahannya mudah ditemukan, terutama di wilayah Jakarta yang dekat dengan pesisir, kerak telor menjadi hidangan yang cepat berkembang dan menyebar di kalangan masyarakat Betawi.

Dahulu, penggunaan beras ketan dianggap sebagai simbol kemewahan karena tidak semua orang dapat menikmatinya, sehingga kerak telor sering dihidangkan dalam acara-acara khusus sebagai hidangan yang istimewa.

Kerak telor semakin populer pada masa awal abad ke-20, ketika kota Batavia (sekarang Jakarta) berkembang menjadi pusat perdagangan dan budaya.

Kuliner ini menjadi ikon kuliner Betawi dan sering disajikan pada berbagai acara penting serta festival kebudayaan.

Pada masa itu, kerak telor menunjukkan adaptasi budaya lokal dengan pengaruh dari berbagai tradisi yang masuk ke Jakarta, termasuk unsur Tionghoa, Melayu, dan Arab yang memengaruhi cita rasa dan bahan-bahan yang digunakan.

Seiring perkembangan zaman, kerak telor tetap bertahan sebagai makanan khas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Meskipun kini sudah jarang ditemukan di hari biasa, kerak telor selalu hadir dalam festival atau acara kebudayaan Betawi, terutama dalam Pekan Raya Jakarta yang diadakan setiap tahun untuk merayakan ulang tahun kota Jakarta.

Kerak telor menjadi simbol kebudayaan Betawi yang tidak hanya menyajikan cita rasa, tetapi juga cerita sejarah tentang bagaimana kuliner dapat mencerminkan identitas dan kekayaan budaya sebuah masyarakat.

Dengan berbagai perubahan yang terjadi di Jakarta, kerak telor tetap menjadi salah satu kuliner yang dijaga kelestariannya oleh para pedagang tradisional.

Mereka terus mempertahankan cara memasak yang autentik, yaitu menggunakan arang dan wajan cekung, sehingga cita rasa kerak telor yang dihasilkan tetap khas dan otentik seperti dahulu.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Catatan Admin - Yuroinfo

Disclaimer: Jika dalam artikel ini ada yang kurang jelas atau belum paham maka silakan menanyakan ke guru/pengajar atau yang lebih mengetahui karena disini kami hanya sekedar berbagi saja.

Referensi :
  • chatgpt.com
  • shutterstock.com/image-photo/kerak-telor-egg-crust-spicy-600nw-2197062627.jpg

Postingan Terkait

Scroll to Top