Jenis Pantun Lengkap Dengan Contohnya. Rekan-rekan mungkin pernah mendengar pantun baik di dalam pelajaran bahasa Indonesia maupun di acara-acara hiburan di stasiun televisi.

Pantun adalah salah satu jenis dari puisi lama yang setiap baitnya terdiri dari 4 baris dan mempunyai sampiran dan isi. Selain itu pantun sampai sekarang masih terkenal.
Pantun adalah bentuk puisi lama tradisional yang berasal dari budaya Melayu. Pantun terdiri dari empat baris yang biasanya bersajak A-B-A-B, dengan setiap baris terdiri dari empat sampai enam kata. Struktur dasar pantun menciptakan pola irama yang khas.
Pantun sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam sastra, hiburan rakyat, atau sebagai sarana menyampaikan pesan secara ringkas dan berima.
Selain di Melayu, bentuk-bentuk serupa dari puisi dengan struktur mirip juga ada dalam budaya-budaya lain di Asia Tenggara, seperti dalam bahasa Jawa dan Sunda. Pantun sering digunakan dalam acara-acara tradisional dan memiliki nilai budaya dan estetika yang tinggi.
Jenis-Jenis Pantun
Berikut adalah jenis-jenis pantun berdasarkan tema isinya.
1. Pantun Nasihat
Pantun dibuat untuk memberikan imbauan atau anjuran kepada seseorang maupun masyarakat. Selain itu pantun ini bertujuan untuk menyampaikan pesan moral & didikan.
Contoh:
Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua
2. Pantun Jenaka
Jenis pantun ini mempunyai kandungan isi yang lucu dan menarik serta bertujuan memberi hiburan kepada yang mendengar/membacanya.
Contoh:
Duduk manis di bibir pantai
Lihat gadis, aduhai tiada dua
Masa muda kebanyakan santai
Sudah renta sulit tertawa
3. Pantun Agama
Mempunyai kandungan isi yang membahas tentang manusia dengan pencipta-Nya dan memegang prinsip dan nilai-nilai dari agama tertentu.
Contoh:
Kalau sudah duduk berdamai
Jangan lagi diajak perang
Kalau sunah sudah dipakai
Jangan lagi dibuang-buang
4. Pantun Teka-teki
Mempunyai ciri khas khusus di bagian isinya, yaitu diakhiri dengan pertanyaan di bagian larik terakhir. Pada umumnya bertujuan untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:
Pergi belanja ke pasar minggu
Pulangnya mampir toko baju
Camilan manis di dalam bambu
Coba tebak makanan apa itu?
Jawaban: kue putu
5. Pantun Berkasih-kasihan
Berkaitan erat dengan cinta dan kasih sayang.
Contoh:
Jelas sudah muram si duda
Karena kasihnya tiada lagi asa
Tiada detik bias wajah dinda
Hingga lapar tak lagi terasa
6. Pantun Anak
Isinya lebih ringan dan berkaitan dengan hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh anak. Bertujuan untuk mengakrabkan anak dengan pantun dan memberikan didikan moral.
Contoh:
Kita menari ke luar bilik
Sembarang tari kita tarikan
Kita bernyanyi bersama adik
Sembarang lagi kita nyanyikan
Terima kasih telah mengunjungi website kami.

