Sejarah Kue Putu, Kuliner Tradisional

Blog Media Informatif dan Edukatif

Avatar for yuroinfo
15 March 2026
Sejarah Kue Putu, Kuliner Tradisional

yuroinfo[dot]com – Sejarah Kue Putu, Kuliner Tradisional. Kue putu adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah dan diberi taburan kelapa parut.

Sejarah Kue Putu, Kuliner Tradisional

Kue ini biasanya dimasak dengan cara dikukus dalam cetakan bambu yang khas, menghasilkan tekstur yang lembut dan aroma harum bambu yang menggugah selera.

Tidak hanya populer di Indonesia, tetapi Kue putu juga ditemukan di beberapa negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Filipina, dengan sedikit variasi dalam bahan dan cara penyajiannya.

Sejarah Kue Putu, Kuliner Tradisional

Sejarah kue putu diyakini telah ada sejak zaman kolonial dan menjadi bagian dari kuliner masyarakat lokal yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia.

Tepung beras, gula merah, dan kelapa adalah bahan-bahan yang umum ditemukan di Indonesia, sehingga memungkinkan masyarakat untuk mengolahnya menjadi kue yang lezat dan mengenyangkan.

Penggunaan bambu sebagai cetakan merupakan tradisi yang masih dipertahankan hingga kini, memberikan ciri khas tersendiri pada kue putu.

Selain itu, suara khas uap yang keluar dari alat kukusan saat kue putu dimasak menjadi salah satu daya tarik nostalgia yang mengingatkan banyak orang pada masa kecil mereka.

Pada awalnya, kue putu dijajakan oleh pedagang keliling yang menjualnya dengan cara mendorong gerobak.

Para pedagang ini akan membuat kue putu di tempat saat ada pembeli, sehingga pembeli bisa menikmati kue dalam keadaan masih hangat dan baru saja dikukus.

Hingga saat ini, penjual kue putu keliling dengan gerobak masih bisa ditemukan di berbagai daerah, meskipun tidak sebanyak dulu.

Suara “siulan” dari alat kukus yang berbunyi saat uap air keluar juga menjadi ciri khas yang sering kali menarik perhatian dan menambah kesan nostalgia.

Kue putu mengalami perkembangan dalam penyajiannya, dengan beberapa variasi modern yang menambahkan warna hijau dari daun pandan atau pewarna makanan, serta isian lain selain gula merah, seperti cokelat atau keju.

Namun, kue putu tradisional dengan gula merah dan kelapa parut tetap menjadi yang paling populer dan dianggap sebagai perwujudan cita rasa asli.

Kue putu tidak hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia yang kaya dan beragam.

Hingga kini, kue ini tetap disukai banyak orang dan dapat ditemukan di pasar tradisional, acara-acara khusus, atau dijajakan oleh pedagang keliling. Kue putu menjadi simbol dari kesederhanaan dan kekayaan kuliner Nusantara yang mampu bertahan melintasi zaman.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Catatan Admin - Yuroinfo

Disclaimer: Jika dalam artikel ini ada yang kurang jelas atau belum paham maka silakan menanyakan ke guru/pengajar atau yang lebih mengetahui karena disini kami hanya sekedar berbagi saja.

Referensi :
  • chatgpt.com
  • shutterstock.com/image-photo/pandan-putu-cake-kue-on-600nw-2368586741.jpg

Postingan Terkait

Scroll to Top