Asal-Usul Onde-Onde, Jajanan Tradisional

Blog Media Informatif dan Edukatif

Avatar for yuroinfo
17 March 2026
Asal-Usul Onde-Onde, Jajanan Tradisional

yuroinfo[dot]com – Asal-Usul Onde-Onde, Jajanan Tradisional. Onde-onde adalah jajanan tradisional khas Indonesia yang berbentuk bulat dan terbuat dari tepung ketan, dengan isian pasta kacang hijau manis di dalamnya dan taburan wijen di bagian luar.

Asal-Usul Onde-Onde, Jajanan Tradisional

Kue ini memiliki tekstur kenyal di bagian luar dan lembut di dalam, serta rasa manis yang khas.

Onde-onde sangat populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama di pasar tradisional, dan menjadi salah satu kue yang kerap hadir dalam acara-acara tertentu.

Meskipun identik dengan Indonesia, ternyata sejarah onde-onde memiliki jejak panjang yang melibatkan pengaruh budaya dari Tiongkok.

Asal-Usul Onde-Onde, Jajanan Tradisional

Asal-usul onde-onde diyakini bermula dari Tiongkok pada masa Dinasti Tang (618-907 M). Kue yang serupa dengan onde-onde dikenal dengan nama “jian dui” di Tiongkok.

Jian dui pada awalnya merupakan makanan khas di daerah Xi’an dan dibuat dari tepung beras ketan yang digoreng dengan isian pasta kacang merah atau kacang hijau, serta dilapisi biji wijen.

Makanan ini sering disajikan dalam upacara-upacara keagamaan dan perayaan, sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Ketika pengaruh budaya Tiongkok menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Nusantara, onde-onde juga ikut dikenal dan diadopsi oleh masyarakat lokal.

Di Indonesia, onde-onde mulai populer sejak zaman kerajaan Majapahit, tepatnya di kota pelabuhan Tuban, Jawa Timur.

Pada saat itu, Tuban menjadi salah satu pusat perdagangan penting yang banyak dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negara, termasuk Tiongkok.

Para pedagang Tiongkok membawa serta tradisi kuliner mereka, dan onde-onde menjadi salah satu kudapan yang diadaptasi oleh masyarakat lokal.

Sejak saat itu, onde-onde mengalami beberapa penyesuaian dalam hal isian dan bentuknya agar sesuai dengan cita rasa masyarakat setempat.

Onde-onde di Indonesia umumnya memiliki isian pasta kacang hijau yang manis, berbeda dengan versi Tiongkok yang lebih sering menggunakan kacang merah.

Selain itu, penggunaan wijen sebagai taburan pada bagian luar kue tetap dipertahankan, memberikan cita rasa dan tekstur yang khas.

Beberapa variasi onde-onde modern kini juga menggunakan isian cokelat, keju, atau kelapa untuk memenuhi selera yang lebih beragam.

Hingga saat ini, onde-onde tetap menjadi jajanan yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini tidak hanya disukai karena rasanya yang lezat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kaya.

Onde-onde sering kali dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan, serta menjadi bukti adanya akulturasi budaya yang harmonis di Nusantara.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Catatan Admin - Yuroinfo

Disclaimer: Jika dalam artikel ini ada yang kurang jelas atau belum paham maka silakan menanyakan ke guru/pengajar atau yang lebih mengetahui karena disini kami hanya sekedar berbagi saja.

Referensi :
  • chatgpt.com
  • shutterstock.com/image-photo/ondeonde-sesame-seed-ball-served-600nw-2053061702.jpg

Postingan Terkait

Scroll to Top